Senin, 14 Januari 2008

Jumat, 11 Januari 2008

Persahabatan LALAMPA dan LEMPER

Persembahan untuk sahabatku, yang tinggal di sebelah rumah. SELAMAT ULANG TAHUN, Mbak, semoga semakin berjaya, bersinar dan terus dicintai suami dan anak-anak.

Sahabatku yang satu ini, berasal dari Menado, sangat ahli dalam hal membuat bubur Menado serta lalampa dan panada. Bagiku, makanan khas Menado bikinannya memang uenak tenan, mak nyusss.. bener-bener.

Dia adalah teman yang selalu mensupport orang lain dalam kesederhanaannya. Dia dan aku seperti saudara, rekat di tengah perbedaan yang ada. Aku orang Jawa, dia Menado, aku keras, dia lembut, aku pemarah, dia penyabar, aku dibilang orang-orang 'grusa-grusu', dia penuh perhitungan, aku sering memarahi anak ku yang baru satu, dia cukup sabar mengurus anaknya yang sudah tiga, aku Muslim, dia Kristen, dan seabreg perbedaan lagi, yang membuat kami semakin saling mengisi. Apalagi ada satu perbedaan yang benar-benar saling melengkapi, aku senang makan, dia pinter masak.

Sekali lagi selamat ulang tahun sahabat, semoga persahabatan kita langgeng, dan semoga kamu tidak pindah ke Menado yaa... seperti yang pernah kamu rencanakan beberapa tahun yang lalu.

Mungkin setelah ini ada beberapa rekan blogger yang akan menanyakan resep Panada, Lalampa ataupun Bubur Menado, nanti aku tanyakan dulu sama Mbak ku yang satu ini.

"A FRIEND INDEED IS A FRIEND IN NEED"
Untuk masa-masa sulit yang pernah menghampiri kita.....

Sudahkah Banyak Menanam Hingga Berharap Menuai?

Roda kehidupan nampaknya sedang membawa kita menjelajah kesulitan demi kesulitan hidup. Banyaknya bencana, sulitnya perekonomian, menurunnya daya beli masyarakat, kelangkaan serta kenaikan harga beberapa bahan pokok, seakan menguji kita seberapa tangguhkah kita sebenarnya. Ada yang putus asa, ada yang mengambil jalan pintas, ada yang terus tekun berdo'a dan memohon kemudahan dari Allah SWT.
Untaian do'a terajut, terpanjatkan dengan manis, dengan tata cara yang telah dipelajari sedemikian rupa, sehingga kita berharap do'a kita segera terkabul dan kita segera tercerabut dari cengkeraman duka. Berharap diampuni serentetan dosa-dosa dan kesalahan yang terukir di masa lalu. Bunga-bunga harap bercampur rasa rendah diri seringkali muncul di antara serangkaian permohonan yang terpanjatkan. Akankah Allah mengabulkan permintaan kita? Sejatinya, kita tak boleh ragu akan kepastian bahwa Allah pasti akan memberi apa yang kita minta, karena Allah sebenarnya selalu memberi apa yang kita lupa untuk pintakan. Allah bahkan memberi sesuatu ketika kita sudah lupa memintanya. Itu merupakan bukti bahwa Allah mencintai kita bahkan di saat kita melupakanNya.

Hadits riwayat Abu Dawud menyampaikan bahwa ada beberapa do'a yang pasti dikabulka Allah yaitu : do'a orang tua untuk anaknya, do'a seorang musafir dan do'a orang yang teraniaya atau terdzalimi.

Sebagian dari kita terkadang tidak begitu menaruh perhatian pada terkabulnya do'a, tapi justru memperhatikan apakah tata cara do'a yang kita jalani telah sesuai aturan, meskipun kita yakin bahwa Allah pasti memaklumi batas kemampuan kita. Namun tidak ada salahnya kita mempelajari tata cara berdo'a supaya kita dapat 'ngobrol' dengan Allah senyaman-nyamanya.
Selamat memulai hari dengan do'a, dengan meningkatkan kemampuan kita masing-masing.

Beberapa buku dapat dipelajari sebagai referensi di antara sekian banyak buku, yaitu:
  • Indahnya Berdo'a - Meresapi Keintiman dengan Tuhan oleh Muhammad Al-Ghazali
  • Doa-doa Penyembuh dan Khasiat Surah-surah Al-Qur'an oleh Muhammad Abdul Kadir Alcaff